Begini Fokus Peningkatan Berat Badan yang Benar Menurut Pakar Gizi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar gizi dari Instalasi Pelayanan Gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo Firlianita Ahdiyanti mengungkapkan fokus yang benar dalam peningkatan berat badan adalah meningkatkan massa otot. Misalnya dengan melakukan latihan angkat beban. 

“Meskipun dalam kondisi underweight atau berat badan kurang, itu tidak selalu harus meningkatkan makanan tinggi gula, tinggi karbohidrat sederhana, agar berat badannya naik. Tidak seperti itu,” kata dia dalam acara terkait pencegahan obesitas yang digelar daring, Senin (22/1/2024).

Baca Juga

Makanan Instan Walau tak Asin Tetap Mengandung Tinggi Garam

NASA Luncurkan Misi Antariksa untuk Analisis Partikel Debu Antarbintang pada 2025

IU Rilis Trailer Video Klip ‘Love Wins All’, Tampilkan V BTS Sebagai Model

Kondisi berat badan kurang bisa diketahui dengan merujuk pada indeks massa tubuh (IMT). Seseorang dikatakan sangat kurus bila angka IMT menunjukkan kurang dari 17, sementara dia akan masuk kategori kurus apabila angka IMT memperlihatkan 17-18,5. IMT didapatkan dari membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (meter) yang dikuadratkan.

Lalu, dalam upaya meningkatkan massa otot, sambung Firlianita, perlu dibarengi dengan asupan makanan yang cukup. Jumlah asupan ini biasanya akan ditentukan pakar gizi, salah satunya mempertimbangkan jumlah konsumsi makanan harian. Misalnya jumlah makanan harian seseorang sekitar 2000-2100 kalori, namun berat badannya tak kunjung naik, maka dia bisa dianjurkan meningkatkan asupan proteinnya.

Menurut Firlianita, guna meningkatkan berat badan maka seseorang harus lebih fokus pada asupan protein yang lebih adekuat dari biasanya. Tetapi, ini tentu perlu diiringi dengan aktivitas fisik khususnya pada pembentukan otot massa otot. “Jadi tidak fokus di jumlah makanan saja tetapi melalui body building, meningkatkan massa otot dengan cara exercise yang menitikberatkan pada pembentukan otot misalkan angkat beban, dan asupan proteinnya,” jelas dia.

Kendati begitu, Firlianita berpendapat, beberapa orang tertentu seperti dengan kondisi genetik atau memiliki berat badan yang memang kurus sejak lahir. Dia ini, bila ingin meningkatkan berat badan tentu harus menjalani prosedur berbeda.

Di antara beberapa faktor yang menyebabkan seseorang sulit naik berat badan, salah satunya terkait laju metabolisme basal. Orang dengan laju metabolisme basal tubuh yang tinggi sulit gemuk karena makanan yang disantap langsung digunakan menjadi energi.

“Ini berbeda dengan orang yang basal metabolisme tubuh rate-nya rendah. Ini salah satu alasan beberapa orang sulit gemuk itu karena basal metabolism rate-nya itu tinggi,” demikian jelas Firlianita.

sumber : antara

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

 

Updated: Januari 23, 2024 — 9:24 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *